Segini Rincian Biaya MCU di RSUD Kota Serang
rsud.serangkota.go.id - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Serang menawarkan layanan Medical Check-Up (MCU) komprehensif bagi masyarakat, mulai dari usia remaja hingga lanjut usia. Layanan rujukan ini kerap dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti pendaftaran sekolah, melamar pekerjaan, pemberkasan CPNS, hingga mengurus Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN).
Dokter MCU RSUD Kota Serang, dr. Tambok Tiur Marlina, M.Biomed, menjelaskan bahwa fasilitas MCU yang berpusat di lantai tiga gedung RSUD telah didukung dengan teknologi mutakhir. Pemeriksaan penunjang meliputi laboratorium darah dan urine, rekam jantung (EKG), hingga rontgen thorax paru-paru.
“Akurasi hasilnya terpercaya, resmi, dan akuntabel. Pasien akan ditangani langsung oleh saya sendiri dan rekan sejawat dr. H. Andhika Purnomo,” ungkap dr. Tiur, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, RSUD Kota Serang menyediakan tiga paket reguler dan satu paket khusus yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pasien
Paket Silver (Rp 414.000): Mencakup pemeriksaan jasmani, rohani sederhana (menjawab 20 pertanyaan psikiatri), dan tes bebas narkoba 6 parameter. Paket Gold (Rp 712.000): Pemeriksaan jasmani dan rohani lengkap. Menggunakan tes kejiwaan MMPI (567 soal) dan surat bebas narkoba 6 parameter.
Paket Platinum (Rp 1.077.000): Paket paling komprehensif. Meliputi tes jasmani, rohani (MMPI), urine lengkap, darah lengkap, EKG, dan tes buta warna. Paket Platinum Plus: Layanan dan biaya dikustomisasi sesuai dengan standar kebutuhan dari instansi terkait.
dr. Tiur menjelaskan, Bagi pengambil paket Gold dan Platinum, pasien wajib mengikuti tes Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) untuk mendeteksi potensi gangguan mental atau kepribadian.
“Di tes MMPI itu pasien harus menjawab 567 soal dengan pilihan ‘ya atau tidak’ dalam waktu 2 sampai 3 jam. Pertanyaannya lebih ke ranah privasi, seperti apakah hari ini bahagia, sering cemas, atau kenyamanan keluarga. Hasilnya keluar dalam 1 hingga 3 hari kerja dan diinfokan melalui grup WhatsApp,” papar dr. Tiur.
Sementara itu, untuk Paket Silver, prosesnya jauh lebih ringkas karena tidak menggunakan MMPI. Jika antrean di laboratorium dan radiologi lancar, surat keterangan sehat jasmani, rohani, dan bebas narkoba bisa langsung terbit dalam waktu kurang lebih satu jam pada hari yang sama.
Warga yang ingin melakukan MCU cukup membawa identitas diri resmi (KTP, SIM, atau Paspor). Alurnya dimulai dari loket pendaftaran di lantai bawah untuk memilih paket dan menyelesaikan administrasi.
Pasien lalu diarahkan ke ruang MCU di lantai tiga. Di sana, petugas akan memasukkan data ke Electronic Medical Record (EMR), mengecek tanda-tanda vital (tensi, nadi, pernapasan, Indeks Massa Tubuh), dilanjutkan anamnesa dan pemeriksaan fisik oleh dokter. Setelah itu, pasien diarahkan ke unit penunjang seperti lab atau radiologi sesuai paket.
Layanan MCU beroperasi di hari kerja dengan kuota rata-rata 10-20 pasien umum per hari. Pendaftaran buka mulai pukul 07.30 WIB dan dibatasi hingga pukul 11.00 WIB. Namun, proses pelayanan medisnya sendiri akan diselesaikan hingga pukul 14.00 WIB.
Agar hasil akurat, dr. Tiur menyarankan pasien untuk beristirahat cukup dan tidak begadang agar tekanan darah tetap normal saat diperiksa.
“Khusus yang paketnya pakai tes lab MMPI, wajib puasa 10 jam sebelumnya. Nanti setelah pengambilan sampel lab selesai, pasien silakan sarapan atau makan dulu. Dengan perut terisi, pasien bisa lebih fokus mengerjakan ratusan soal tes MMPI secara maksimal,” Jelasnya.
Kemudahan layanan MCU di RSUD Kota Serang juga dirasakan masyarakat yang memanfaatkan fasilitas tersebut untuk kebutuhan pendidikan.
Salah satunya Dewi Rahmawati, warga Taman Graha Asri, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang. Ia mengantar anaknya, Alif Muhammad, menjalani medical check up sebagai salah satu persyaratan dalam proses seleksi Sekolah Taruna Nusantara.
Menurut Dewi, alur pelayanan mulai dari pendaftaran hingga pemeriksaan penunjang berjalan secara terstruktur.
“Saya merasa alur pelayanannya cukup jelas, mulai dari pendaftaran sampai pemeriksaan penunjang di lantai tiga. Semuanya berjalan terstruktur, jadi kami tidak terlalu bingung mengikuti prosesnya,” ujar Dewi.